Sabtu, 16 April 2011


Jam 23.47 WIB…
John Mayer
“Say What You need to say”…
Lagu penghantar tidur…
Perlahan badan’ku ku rebahkan,
Terbius kelelahan fisik. Mencoba menikmati alunan musik, mecoba menenangkan seluruh bagian tubuh, namun kepala’ku sepertinya  mencoba membuat sebuah film documenter. Tiba-tiba Sayup-sayup  suasana malam pun ikut  menggambarkan,  Mengembalikan memori ke 2 bulan  yang lalu. Udara malam perlahan membangunkan kabut-kabut yang menerbangkan semua gambaran-gambaran, menyelimuti sekitarnya dengan suara, semilir angin antara pelari-pelari besi.
yUp… 2 bulan lalu tepatnya aku memulai untuk melanjutkan kembali pendidikan di perguruan tinggi. Pendidikan yang aku coba teruskan ke jenjang yang lebih tinggi, berusaha menjadi orang terpelajar, mencoba menjadi lebih berguna, tidak hanya buat’ku dan masa depan, namun hal tersebut menandakan bahwa orang tua’ku berhasil. Orang tua’ku kini dapat berbangga kepada dirinya bahwa mereka telah berhasil meberikan anak-anaknya kesempatan lebih baik, dan buat’ku ini adalah kesempatan  untuk  melengkapi diri dengan ilmu pengetahuan. Namun, dalam menjalin hal tersebut tidaklah mudah, tidaklah semacam mimpi indah disaat kita tidur, yang ketika bangun dapat membuat simpul senyum. Pada kenyataannya  setiap keinginan dan kemauanku tidak’lah sempurna, namun harus  di perjuangkan dan selalu percaya bahwa aku akan dapat menggambarkan warna pelangi’ku sendiri dihamparan luas langit.
Wake all of your wasted honor
Every little past frustration
Take all of your so-called problems,
Better put 'em in quotations..
Hari ini adalah hari pertama aku kuliah, jadwal menyebutkan bahwa aku harus bisa sampai pukul 19.00 dikelas. Teman’ku mengirim pesan bahwa ia tidak mengambil kuliah pada hari biasa, selain karena lelah sehabis bekerja, jadwal keesokan harinya juga pagi. Namun pesan singkat tersebut tidak membuat’ku berhenti datang ke kampus. “Kau harus mencobanya, mencoba untuk dapat datang.” Jalannya adalah dengan menggunakan motor, aku yakin bahwa jarak antara kantorku bisa lebih cepat disampai jika menggunakan motor. Dan, pagi ini pun aku berpamitan kepada ibu bahwa akau berangkat bekerja dengan menggunakan motor. Aku juga ijin bahwa setelah pulang dari kantor, aku langsung pergi belajar. Aku tidak dapat membayangkan bahwa, kejadian selanjutnya akan merubah atau lebih tepatnya mendewasakan’ku. Yah, dewasa dalam bertindak, berfikir, dan berusaha meluaskan hati. Dan kejadian ini pun sebagai penyemangat aku ketika kehilangan arah.
06.30, aku bergegas menyiapkan segala sesuatu untuk pergi bekerja. Walaupun tidak mengerti benar jalan menuju kantor, aku mencobanya. “ikuti saja orang yang akan pergi kejakarta, kau akan menemukan seribu jalan disana” pikir’ku. Walaupun, 1 x menabrak motor pengendara lain, sisanya kesasar ke tempat yangtidak ku kenal, akhirnya aku sampai ke kantor’ku. “yah…. Walaupn telat 1 ½ jam J….” Oh iya, sebelum aku ceritakan mengenai lebih lanjut, tempat sekarang aku bekerja, adalah tempat yang menurut’ku merupakan salah satu tempat keajaiban dunia versi’ku. Bagaimana tidak, kantor tempat’ku berkerja memiliki keunikan sendiri, kadang membuat’ku tertawa keras, namun bisa sebaliknya, membuatku benar-benar terjepit.
Seperti kejadian hari ini. Hari ini merupakan hari tersulit buat’ku, hari dimana aku harus menjadi orang yang memiliki tingkat kesabaran yang sangat besar, orang yang harus mampu menganalisa suatu kejadian, lalu membuat perkiraan-perkiraan terhadap tanggapan dari kejadian tersebut.
Sudah seminggu lebih, aku dipindahkan kedalam departemen yang baru. Saat teman-teman lama’ku mendapatkan sebuah tranning atau ilmu baru, aku berusaha keras menyelesaikan masalah-masalah. Yang lebih menyakitkan lagi bahwa kebanyakan dari mereka saling membicarakan satu sama lain. Hal tersebut aku  gambarkan sebagai komunikasi hitam, dimana satu sama lain saling menutupi kelemahan masing-masing agar diterima pembenarannya dengan cara memberikan informasi mengenai kesalahan atau kelemahan orang lain. Aku sangat kacau dalam seminggu terakhir, aku mengerti benar bahwa satu sama lain saling mencekik, tidak memberi nafas buat orang lain. Disetiap singgahan dan rehat, aku pasti mendengar bahwa ada saja pembicaraan hitam. Beruntung saja aku sudah sangat terbiasa dengan hal ini, dan prinsip buat’ku adalah “jika orang lain ke kanan, mengapa kau tidak mencoba untuk ke kiri.”
Namun kejadian hari ini, membuatku sangat terpukul. Hari ini aku dipanggil oleh atasan’ku karena suatu hal, Beliau mengajak’ku untuk makan siang bersama, dan hanya aku di undang. Belakangan, aku mengerti bahwa ada seseorang yang ingin aku menderita lebih, yang tidak dapat membuatku tertawa, yang ingin mengubah prinsip hidup bahwa aku harus mengikuti kearah kanan.
Seharian aku berpikir, seharusnya aku memiliki orang-orang yang bisa kupercaya, yang menganggap sebuah keluarga, namun pemikiran’ku ternyata salah, aku tidak lebih seorang tamu jauh yang mencoba menjadi keuarga. Ternyata ini bukan rumah’ku, bukan saudara-saudara karirku. Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.00.
Jam 17.30 aku bergegas bersiap untuk pergi ke kampus. Walaupun hati ini terasa sempit, hari ini masih ada yang belum ku tuntaskan, yah…..aku harus pergi ke kampus, ada mata kuliah hari ini.
Karena baru pertama kali aku pergi ke kampus dengan menggunakan motor, maka aku pun meminta teman agar menunjukan jalan. Dalam perjalanan aku memikirkan banyak sekali pertanyaan. Bukan karena masalah yang terjadi dikantor atau apaun yang berhubungan dengan orang, tetapi bagaimana seharusnya aku harus bersikap. Kadang aku berfikir, aku tidak memiliki kesempatan, tidak memiliki sesuatu yang ingin kuperuangkan,  yang kubutuhkan adalah kesempatan, kesempatan bagaimana aku bisa memiliki sesuatu yang berharga, sesuatu yang bisa aku perjuangkan, sesuatu yang kupunya sendiri.
Tak terasa separuh perjalanan aku lewati, Km di motor’ku pun tak terasa menunjukan 80km per jam. Waktu menunjukan jam 18.55, dan ketika aku lihat kedepan, teman penunjuk jalan’ku sudah jauh di depan. Saat itu aku merasakan jalan begitu sepi, begitu tenang. Perasaan’ku pun terasa begitu luas sekali, dan ketika sadar, jalan didepanku ternyata menurun, aku tidak memperhatikan, dan tiba-tiba seperti berbelok. Aku tidak tahu apa yang terjadi. badanku terpental karena aku menginjak rem kuat-kuat. Saat itu aku terdiam dijalan, gemetaran. Aku susah payah bangun, berusaha menuntun motor namun sepertinya badan’ku menolak untuk bangun. Nafas’ku berburu, pikiran’ku seperti tidak dapat memberi perintah. Dalam bayangan’ku, aku ditatih oleh seseorang, perlahan, aku di senderkan ke motorku, walaupun masih di tengah jalan, ada pengendara lain yang peduli saat itu. Aku dibangunkan, dan kata-kata yang kuingat adalah “anda tidak apa-apa”,  “berhati-hatilah, jalanan sangat berbahaya..”  beberapa menit kemudian  pengendara tersebut kembali melanjutkan perjalanan. Masih setengah sadar aku berusaha meghiduplkan kembali motor’ku , dan tepat di belakang’ku klakson kencang busway. Aku pun mencoba berjalan kepinggir jalan. Sendiri.
Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open…
Saat itu aku sudah tidak memperdulikan mau kemana lagi,. Ibu jari’ku tak terasa, sekujur kaki terasa sakit. Namun, akhirnya aku tekad’ku member perintah, agar aku tetap menuju ke kampus. Sepanjang perjalanan helm’ku pun basah dengan keringat dan putus asa. “Mengapa begitu sulit, mengapa harus begitu banyak luka-luka agar aku bisa memperoleh sesuatu.” “selalu begini, selalu terasa sulit!!” “Padahal aku berniat baik!!” “yang kuinginkan bukan sebuah kekuasaan, atau apapun yang menyenangkan, aku hanya ingin memiliki kesempatan!!” “ITU SAJA!!”
Akhirnya, aku kalah dengan takdir. Aku tidak mungkin belajar dengan kondisi ini,  aku’pun menunggu seseorang agar dapat menemani pulang. Saat itu aku beristirahat di sebuah masjid.
Setelah beberapa pemeriksaan di UGD dan check labolatorium mengenai kemungkinan luka dalam, dan beberapa nasehat mengenai perjalanan’ku. Aku tiba dirumah. Saat itu aku tidak percaya bahwa ibu’ku akan mengetahui kejadian hari ini. Aku akhirnya beristirahat di kamar.
Setiap manusia memiliki impian dan keinginan, begitu’pun aku, aku yang memilki mimpi agar dapat mempunyai pelangi’ku sendiri. Walaupn aku masih sebagai tamu, aku yakin suatu saat nanti aku memilki rumah sendiri, memilki keluarga dan saudara karir yang sama-sama memberikan nafas.
Saat ini aku masih mencari.
Masih bereksperimen dengan warna-warna kehidupan.
Masih mencoba menggambarkan pelangi’ku sendiri.

Jumat, 15 April 2011

Suara sunyi makin mencurigakan
Berbias pada udara malam


Siang terasa rapuh
Malam yang entah darimana berasal
Masih melihat kebawah
Tali sepatu yang sedikit longgar
...
...
Kemanakah larinya penah ini akan melangkah
Tak tentu pula aku pikirkan


Kubiarkan bunga kertas ini
Karna hanya berupa coretan
Setiap orang pasti memiliki cerita sendiri dalam menjalani kehidupan ini. seperti halnya orang kebanyakan, saya salah satu orang yang ingin merekam aktivitas saya. waktu demi waktu. dan saya menyukai dengan cara menggambarkan atau mengimajinaskan kedalam gambar. saya sangat menyukainya karena saya adalah orang yang menyukai cerita. 
Gambar ini adalah salah satu dari cerita tersebut. Masih terinspirasi dari manga yaitu manga karya CLAMP yang berjudul chobits. sedangkan kata-katanya adalah dari lagu laruku yang berjudul flower.

Gambar ini dibuat pada tanggal 21 Maret 2011 pada saat ujian AAMAI berlangsung. pasrah dengan hasilnya dan mulai menghibur diri dengan coba menggambar tempat ujian tersebut...

Jumat, 08 April 2011

Saat mencari artwork2 keren dengan searching di google saya menemukan sebuah situs komunitas urban sketcher (www.urbansketchers.com) dan saya terkejut bahwa ada orang-orang indonesia ikut ambil bagian dalam komunitas ini dan membuat komunitas bernama indonesian sketcher atau disingkat IS. saya mencoba mengikuti komunitas ini namun karna tidak terbiasa menggambar secara bersama-sama dalam suatu komunitas (karna tidak mudah bagi saya bersosialisasi dengan tempat baru) maka dapat dipastikan yang semula dengan panas membara untuk ikut dalam even-even berubah 180 derajat membatalkannya (sangat aneh...! hahahaha), namun begitu saya terus mengasah sketch secara real time agar suatu saat bertemu dengan teman-teman sketch lain saya bisa bertukar ide...



Oke berikut saya mencoba sketch beberapa foto yang diambil di KOTA TUA dan saya coba untuk menggambarnya kembali. Saya sangat puas dengan kuas yang saya pakai untuk menggambar. membuat perasaan saya seperti berada ditempat tersebut...

Hampir 3 kali kunjungan untuk bisa menggambar ini. hufffttt. gambarnya masih belum sempurna, namun ini adalah sketch pertama saya secara real time. kenangan dalam menggambar ini adalah rasa yang tidak ingin diperhatikan pada saat menggambar, mencoba menuangkan suatu moment dalam sketsa sehingga bisa terekam. Oh iya, ada pengalaman menarik ketika sedang membuat ini, mulai di usir karna jam istirahat sudah habis, sampai membaca buku terlebih dahulu agar tidak terlalu mencolok kalau sedang menggambar...hahaha
namun semua itu terasa puas ketika gambar ini selesai. 

Saya memilih pulpen faster dan pensil 4b karna  ingin mencoba bermain warna hitam dan putih...hehehehe... terima kasih untuk soundtrack Endah dan Rhesa dalam menemani gambar ini. Next Chapter, sketch ruang kantor....

see you...

Kamis, 10 Maret 2011


HAhaHAhaHAhaHA...
...
...
Hehehe, kemana semua anak-anak ini sekarang?? apa yang mereka kerjakan, apakah menyenangkan atau tidak? Saya akan berdoa semoga kebaikan menyertai mereka.

Kangen sekali rasanya jika melihat cerita ini dibaca kembali. masa kuliah, mencari ilmu dengan kepayahan, dan mencoba mentertawakan lewat tingkah laku yang konyol. Entah dari mana celotehan tentang "Gorgom" ini bermula, tetapi yang pasti mereka menyebut saya gorgom "seharusnya sayakan yang menjadi kesatria baja hitamnya" kala itu sangat bahagia sekali.

Gambar ini saya persembahan untuk teman kuliah dahulu. Alia, Asrini, Devi Triyani, Ai dede (seperti nama bintang P**..hahahaha bercanda)... Mudah-mudahan jika kalian melihat blog ini kalian akan merasakan kembali masa itu...


Henshin......
Wungg....wung.....
Dengan kekuatan Bulan akan menghukummu!!!! (sepertinya salah).... ^_^
 

Copyright 2010 COLOUR BOOK.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.